![]() |
| Prof. Dr. Muhammad Yunus dan Client-Owner Grameen Bank (Bank Kaum Miskin) |
Grameen Bank (GB) melakukan proses terbalik dari praktek perbankan konvensional dengan menghilangkan kebutuhan akan agunan (colateral) dan menciptakan sistem perbankan berdasarkan saling berpartisipasi, adanya akuntabilitas kepercayaan, dan kreativitas. Grameen Bank memberikan kredit kepada yang termiskin dari yang miskin di pedesaan Bangladesh, tanpa agunan apapun. Pada GB, kredit adalah senjata pembiayaan yang efektif untuk memerangi kemiskinan dan berfungsi sebagai katalis dalam dalam semua perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat miskin yang telah diabaikan bank bank kapitalis, atas dasar anggapan bahwa mereka miskin, dan karenanya tidak bankable atau tidak layak mendapatkan pinjaman kredit.
Profesor Muhammad Yunus, pendiri "Grameen Bank" beralasan bahwa jika sumber daya keuangan dapat dibuat tersedia bagi orang miskin dengan syarat dan kondisi yang sesuai dan wajar, ada jutaan rakyat kecil dengan penghasilan yang kecil, jika di topang dengan pembiayaan dan peningkatan kesempatan dan kualitas kerja maka dapat dibuat keajaiban pembangunan terbesar.
Grameen Bank pada juli, 2011, ia memiliki 8.370.000 peminjam, 97 persen di antaranya adalah perempuan. Dengan 2.565 cabang, GB memberikan jasa di 81.379 desa, mencakup lebih dari 97 persen dari keseluruhan desa di Bangladesh.
Dampak positif Bank Grameen pada peminjam miskin telah didokumentasikan dalam studi independen yang dilakukan oleh lembaga eksternal termasuk Bank Dunia, International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan Institut Studi Pembangunan Bangladesh.

No comments:
Post a Comment