Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia memungkinkan orang tua mahasiswa, mahasiswa, dosen staff / karyawan, komunitas menjadi pemilik kampus gratis, dan ribuan unit unit usaha milik komunitas yg bebas dari jerat jerat kaum serakah dan kapitalis. Dampaknya seluruh lulusan SMK, SMU, STM di Indonesia akan bergabung dalam komunitas ini. Orang tua siswa, siswa/ mahasiswa, Dosen Staff dan Karyawan berkolaborasi berkolaborasi membangun komunitas dan kampus gratis tersebut.
Multiplier effect yang berikutnya adalah bertumbuh nya enterpre-neurship, dengan mengadopsi dua sistem yang memberdayakan komunitas seperti Mondragon Cooperation Cooperative, dan Grameen Bank, maka Kapitalisme dan disparity antara yg kaya dan yang miskin akan kita tempatkan di museum.
Apa yang terjadi jika seluruh Alumni Perguruan Tinggi di Indonesia bergabung dalam komunitas ini, seluruh orang tua siswa bergabung dalam komunitas Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia, siswa bisa punya sekolah milik dia, dan unit usaha mandiri? Orang Tua akan melakukan apa saja agar anaknya bisa sekolah, termasuk memodali anaknya untuk bisa mandiri dan berwira usaha dalam lingkungan komunitas.
Multiplier Effect yang Berikutnya adalah kampus-kampus akan merger dengan komunitas atau tutup, perusahaan kapitalis serakah akan colapse karena kelangkaan tenaga kerja dan terpaksa merger dengan komunitas dengan syarat menghibahkan 50% assetnya untuk komunitas kalau tidak mau di hostile takeover, atau bangkrut.
BUMN yang sakit sakitan karena borok-borok di dalamnya akan diakuisisi dengan JEMPOL, saat ratusan juta anggota komunitas di SMS, dan melakukan FUND RAISING mengakuisisi Private Sector dan BUMN sakit, hanya dengan SMS, pimpinannya akan diganti dengan orang orang yg terkenal baik dari dalam komunitas.
Partai Partai Politik akan bebas dari praktek praktek kotor, karena di komunitas Kapitalist Kapitalis akan terfilter dengan sendirinya.
Komunitas Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia akan menjadi berpengaruh dalam tatanan politik di Indonesia yang bebas dari praktek praktek kotor.
Tiap kelompok kelompok 10, 100, 1000, 10.000 lulusan kampus gratis akan memiliki unit usaha milik mereka sendiri, yang bebas dari kapitalime. Asset mereka yang tersimpan di bank milik komunitas bersama dan dikontrol oleh komunitas akan tumbuh secara eksponensial, jadi mereka akan makin lama makin kaya karena bekerja sama. Bank komunitas berusaha keras menumbuhkan pembiayaan unit usaha yang sehat, dan anggota komunitas akan berkerja keras agar asset mereka di bank mereka sendiri makin bertumbuh, jadi sistemnya closed loop, menciptakan pertumbuhan kekayaan komunitas secara eksponensial. Tidak ada lagi kebocoran macam BLBI, Century. Atau kebocoran ke perusahaan kapitalis yang memerah tenaga anda, menjadi sapi perah kapitalis.
Komunitas akan mengontrol bank milik mereka sendiri, bank bank kapitalis akan colapse dan rush karena komunitas akan memindahkan dana mereka dari bank bank private kapitalis ke bank komunitas.
One Person One Vote akan berlaku di komunitas, tidak seperti sekarang yg punya saham mayoritas jadi pemilik suara terbesar, praktek praktek yang mendistorsi politik dengan praktek politik uang.
Salam
Ariya Hendrawan
Facilitator Founder
Gerakan 10.000.000 Orang untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia

No comments:
Post a Comment