Monday, September 12, 2011

Grameen Bank Sebagai Pola Bank Komunitas

Prof. Dr. Muhammad Yunus dan Client-Owner Grameen Bank (Bank Kaum Miskin)
Grameen Bank (GB) melakukan proses terbalik dari praktek perbankan konvensional dengan menghilangkan kebutuhan akan agunan (colateral) dan menciptakan sistem perbankan berdasarkan saling berpartisipasi, adanya akuntabilitas kepercayaan, dan kreativitas. Grameen Bank memberikan kredit kepada yang termiskin dari yang miskin di pedesaan Bangladesh, tanpa agunan apapun. Pada GB, kredit adalah senjata pembiayaan yang efektif untuk memerangi kemiskinan dan berfungsi sebagai katalis dalam dalam semua perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat miskin yang telah diabaikan bank bank kapitalis, atas dasar anggapan bahwa mereka miskin, dan karenanya tidak bankable atau tidak layak mendapatkan pinjaman kredit.

Profesor Muhammad Yunus, pendiri "Grameen Bank" beralasan bahwa jika sumber daya keuangan dapat dibuat tersedia bagi orang miskin dengan syarat dan kondisi yang sesuai dan wajar, ada jutaan rakyat kecil dengan penghasilan yang kecil, jika di topang dengan pembiayaan dan peningkatan kesempatan dan kualitas kerja maka dapat dibuat keajaiban pembangunan terbesar.

Grameen Bank pada juli, 2011, ia memiliki 8.370.000 peminjam, 97 persen di antaranya adalah perempuan. Dengan 2.565 cabang, GB memberikan jasa di 81.379 desa, mencakup lebih dari 97 persen dari keseluruhan desa di Bangladesh.

Dampak positif Bank Grameen pada peminjam miskin telah didokumentasikan dalam studi independen yang dilakukan oleh lembaga eksternal termasuk Bank Dunia, International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan Institut Studi Pembangunan Bangladesh.
Baca selengkapnya ...

Sunday, September 4, 2011

John Perkins penulis buku Confessions of an Economic Hit Man

Buku Confessions of an Economic Hit Man
Dear all transformers (agen perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik) ini adalah riwayat John Perkins penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Sebuah buku yang menggambarkan praktek praktek kotor Kapitalisme Global yang menguasai kekayaan alam negara negara berkembang, dan membuat negara tersebut menjadi budak hutang, tingkat korupsi tinggi, dan ada jarak yang lebar antara yang kaya dan yang miskin.

John Perkins telah menjalani empat kehidupan: sebagai pembunuh bayaran ekonomi (EHM - Economic Hit Man), sebagai CEO sebuah perusahaan energi alternatif yang sukses, mendapat reward untuk tidak mengungkapkan masa lalunya sebagai Penjahat Ekonomi; sebagai seorang ahli pada budaya asli dan spiritualis, seorang guru dan penulis yang menggunakan keahlian nya untuk mempromosikan ekologi dan pengelolaan alam keberlanjutan , sambil terus merahasiakan kehidupannya sebagai Penjahat Ekonomi, dan sebagai penulis yang, dalam menceritakan kisah kehidupan nyata tentang urusan yang luar biasa sebagai Penjahat Ekonomi, membuka kepada dunia internasional intrik dan korupsi membawa Amerika menjadi imperium global yang makin dibenci oleh makin banyak orang di seluruh planet ini.

Sebagai Penjahat Ekonomi, pekerjaan Johns adalah meyakinkan negara-negara Dunia Ketiga untuk menerima pinjaman yang sangat besar untuk pembangunan infrastruktur- dengan pinjaman yang jauh lebih besar dari yang dibutuhkan-dan menjamin bahwa proyek-proyek pembangunan dikontrak dan dikerjakan untuk perusahaan-perusahaan AS seperti Halliburton dan Bechtel.

Setelah negara-negara dibebani dengan utang besar, pemerintah AS dan lembaga-lembaga bantuan internasional yang bersekutu, maka kondisi ekonomi suatu negara  mampu dikendalikan  untuk memastikan bahwa minyak dan sumber daya lainnya disalurkan untuk melayani kepentingan membangun imperium global.
 
Dalam kapasitas sebagai Penjahat Ekonomi, John bepergian ke seluruh dunia - ke Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah - dan salah satu saksi mata langsung dalam beberapa peristiwa yang paling dramatis dalam sejarah modern, termasuk skandal pencucian uang Arab Saudi, jatuhnya Shah Iran, pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos, invasi Panama berikutnya, dan peristiwa menjelang invasi Irak 2003.
 
Pada tahun 1980 dia mendirikan "Perkins" Independent Power System, Inc (IPS), sebuah perusahaan energi alternatif. Di bawah kepemimpinannya sebagai CEO, IPS menjadi sebuah perusahaan yang sangat sukses dalam bisnis berisiko tinggi di mana sebagian besar pesaingnya gagal. Banyak "kebetulan" dan bantuan dari orang-orang yang memiliki posisi yang kuat membantu membuat IPS menjadi pemimpin industri. John juga menjabat sebagai konsultan dibayar tinggi untuk beberapa perusahaan yang dia bantu.
 
Setelah menjual IPS pada tahun 1990, John menjadi pahlawan untuk perjuangan atas hak-hak adat dan gerakan lingkungan, terutama bekerja sama dengan suku-suku Amazon untuk membantu mereka melestarikan hutan hujan mereka. Dia menulis lima buku, yang diterbitkan dalam berbagai bahasa, tentang budaya pribumi, spiritual, ekologi, dan keberlanjutan; mengajar di universitas dan pusat pembelajaran di empat benua, dan mendirikan serta menjabat di dewan direksi beberapa organisasi nirlaba terkemuka.
 
Salah satu organisasi nirlaba yang didirikan dan dia ketuai adalah, Dream Change Coalition (atau DC), menjadi model untuk menginspirasi orang untuk mencapai tujuan pribadi mereka dan, pada saat yang sama, untuk lebih sadar akan dampak kehidupan mereka terhadap orang lain dunia, dan untuk memberdayakan mereka untuk mengubah komunitas mereka ke hal yang lebih seimbang dan berkelanjutan. DC telah dikembangkan ke seluruh dunia dan telah memberdayakan orang untuk menciptakan organisasi dengan misi serupa di banyak negara.
 
Selama 1990-an dan memasuki milenium baru, John menghormati janjinya merahasiakan masa lalunya sebagai Penjahat Ekonomi dan terus menerima biaya konsultasi yang menguntungkan perusahaan. Dia  meredam rasa bersalahnya  dengan menggunakan uang yang diperoleh dari sebagai konsultan untuk  membiayai usaha nirlaba nya. Seni & Hiburan televisi menampilkan dirinya dalam sebuah acara khusus berjudul "Headhunter di Amazon," diriwayatkan oleh Leonard Nimoy. Cosmopolitan Italia memuat artikel besar "Spaceshifting" dalam lokakarya di Eropa. Dream Change dipilih majalah TIME sebagai salah satu dari tiga belas besar organisasi dunia terbaik yang situs Web nya mencerminkan cita-cita dan tujuan pada Hari Bumi.
 
Setelah peristiwa 11 September, 2001, hal yang mengerikan pada hari itu meyakinkan John untuk mengungkap tabir kerahasiaan hidupnya sebagai Penjahat Ekonomi, mengabaikan ancaman dan uang suap, dan menulis Confessions of Economic Hit Man. Dia percaya memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan hal terselubung tentang peran pemerintah AS, organisasi bantuan multinasional, dan perusahaan yang telah memainkan dan membawanya ke dunia tempat di mana peristiwa semacam itu terjadi. Dia ingin mengekspos kenyataan bahwa di mana-mana Penjahat Ekonomi hari hari ini lebih lihai daripada sebelumnya. Dia merasa berutang mengenai hal ini untuk negaranya, untuk putrinya, kepada semua orang di seluruh dunia yang menderita karena pekerjaannya dan rekan-rekannya, yang telah dia dilakukan, dan untuk dirinya sendiri. Dalam buku ini, ia menggambarkan jalan berbahaya  yang diambil negaranya  ketika  menjauh dari cita-cita asli dari republik Amerika berubah ingin  menjadi imperium global.
 
Buku-buku John Perkins sebelumnya Shapeshifting, The World Is As You Dream It, Psychonavigation, Kebiasaan Bebas Stres, dan Spirit of the Shuar.
 
John mengatakan: "Kita telah memasuki salah satu periode yang paling penting dalam sejarah manusia, Waktu Nubuatan. Kita memiliki kesempatan untuk mengangkat diri kita ke tingkat kesadaran yang baru. Kali ini diramalkan selama abad terakhir di seluruh dunia. Sekarang terserah kepada kita - anda dan saya - untuk mewujudkannya. Membuat hadiah yang terindah untuk kehidupan! "
Baca selengkapnya ...

Thursday, September 1, 2011

Masa Depan Kita Semua

Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia memungkinkan orang tua mahasiswa, mahasiswa, dosen staff / karyawan, komunitas menjadi pemilik kampus gratis, dan ribuan unit unit usaha milik komunitas yg bebas dari jerat jerat kaum serakah dan kapitalis. Dampaknya seluruh lulusan SMK, SMU, STM di Indonesia akan bergabung dalam komunitas ini. Orang tua siswa, siswa/ mahasiswa, Dosen Staff dan Karyawan berkolaborasi berkolaborasi membangun komunitas dan kampus gratis tersebut.

Multiplier effect yang berikutnya adalah bertumbuh nya enterpre-neurship, dengan mengadopsi dua sistem yang memberdayakan komunitas seperti Mondragon Cooperation Cooperative, dan Grameen Bank, maka Kapitalisme dan disparity antara yg kaya dan yang miskin akan kita tempatkan di museum.

Apa yang terjadi jika seluruh Alumni Perguruan Tinggi di Indonesia bergabung dalam komunitas ini, seluruh orang tua siswa bergabung dalam komunitas Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia, siswa bisa punya sekolah milik dia, dan unit usaha mandiri? Orang Tua akan melakukan apa saja agar anaknya bisa sekolah, termasuk memodali anaknya untuk bisa mandiri dan berwira usaha dalam lingkungan komunitas.

Multiplier Effect yang Berikutnya adalah kampus-kampus akan merger dengan komunitas atau tutup, perusahaan kapitalis serakah akan colapse karena kelangkaan tenaga kerja dan terpaksa merger dengan komunitas dengan syarat menghibahkan 50% assetnya untuk komunitas kalau tidak mau di hostile takeover, atau bangkrut.

BUMN yang sakit sakitan karena borok-borok di dalamnya akan diakuisisi dengan JEMPOL, saat ratusan juta anggota komunitas di SMS, dan melakukan FUND RAISING mengakuisisi Private Sector dan BUMN sakit, hanya dengan SMS, pimpinannya akan diganti dengan orang orang yg terkenal baik dari dalam komunitas.

Partai Partai Politik akan bebas dari praktek praktek kotor, karena di komunitas Kapitalist Kapitalis akan terfilter dengan sendirinya.

Komunitas Gerakan 40.000.000 Orang Untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia akan menjadi berpengaruh dalam tatanan politik di Indonesia yang bebas dari praktek praktek kotor.

Tiap kelompok kelompok 10, 100, 1000, 10.000 lulusan kampus gratis akan memiliki unit usaha milik mereka sendiri, yang bebas dari kapitalime. Asset mereka yang tersimpan di bank milik komunitas bersama dan dikontrol oleh komunitas akan tumbuh secara eksponensial, jadi mereka akan makin lama makin kaya karena bekerja sama. Bank komunitas berusaha keras menumbuhkan pembiayaan unit usaha yang sehat, dan anggota komunitas akan berkerja keras agar asset mereka di bank mereka sendiri makin bertumbuh, jadi sistemnya closed loop, menciptakan pertumbuhan kekayaan komunitas secara eksponensial. Tidak ada lagi kebocoran macam BLBI, Century. Atau kebocoran ke perusahaan kapitalis yang memerah tenaga anda, menjadi sapi perah kapitalis.

Komunitas akan mengontrol bank milik mereka sendiri, bank bank kapitalis akan colapse dan rush karena komunitas akan memindahkan dana mereka dari bank bank private kapitalis ke bank komunitas.

One Person One Vote akan berlaku di komunitas, tidak seperti sekarang yg punya saham mayoritas jadi pemilik suara terbesar, praktek praktek yang mendistorsi politik dengan praktek politik uang.

Salam
Ariya Hendrawan
Facilitator Founder
Gerakan 10.000.000 Orang untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia
Baca selengkapnya ...

Wednesday, August 31, 2011

Potret Sekitar Kampus di Indonesia

Anak Jalanan di Simpang Dago Bandung
Inilah gambar anak jalanan di simpang Dago, yang sedang menghitung uang receh hasil mengamen mereka. Lokasi ini dikelilingi beberapa kampus terkenal di Indonesia dan kota Bandung. Institut Teknologi Bandung, dan beberapa kampus swasta megah lainnya. Semua kampus kampus tersebut berlomba-lomba mendidik siswanya menjadi ahli, dengan kualitas bintang lima. Lulusannya di didik untuk bersaing, supaya bisa bekerja di perusahaan manca negara (Multi National Company), top 5, top 10 perusahaan kelas dunia. Ada duit bisa kuliah, mengambil sertifikasi international, tidak ada duit DO, tamatlah riwayatnya. Dari data-data yang saya kompilasi suatu kampus swasta di Bandung men DO hampir 58% mahasiswanya karena tidak ada kemampuan lagi untuk pembiayaan kuliah.

Enterpreneur cilik atau korban kapitalisme?
Anak ini sekolah, kelas 5 SD, dia berjualan cobek dan ulegan itu setiap hari minggu. Rumahnya di luar kota. Jadi dia pagi-pagi buta naik kereta api diesel dari rumahnya ke kota, berjualan dan pulang kembali ke rumah di malam harinya. Sepasang cobek dan ulegan dia tawarkan dengan harga 15 ribu, boleh tawar, kata si anak.

Sudah sejak 1920 ITB berdiri, perubahan dan dampak untuk komunitas masih dipertanyakan. Penelitian, kegiatan memang menghasilkan GELAR, tapi DAMPAK UNTUK SOCIETY dan KOMUNITAS apa? masih dipertanyakan. Gelar kita Prof. Dr. Ir. MSc, MA, PhD, MBA, MM, tapi saya pikir lebih baik orang yang memberi dampak untuk komunitas dan society yg lebih pantas di beri gelar.
Kita memang di didik untuk menjadi Kapitalis, untuk bekerja di perusahaan Kapitalis, bergaya Kapitalis, oleh kampus Kapitalis. Tapi kita masih bisa bertobat berubah, meminta hati yang baru yang perduli dari Tuhan.

Mari kita berubah dan berkolaborasi untuk Mendirikan Kampus Gratis di Indonesia dengan menggalang dukungan sampai 40.000.000 orang, bersama kita akan memiliki Bank Komunitas (Microfinance), mari kita semua belajar tentang Grameen Bank (Bank di Bangladesh yang dimiliki oleh 8,3 juta orang pemiliknya), dan belajar ber Komunitas seperti Mondragon Cooperation Cooperative di Spanyol, usaha Komunitas milik bersama yang menggurita ke manca negara.

Komunitas ini akan menjadi besar seperti Snow Ball, bahkan Tsunami, yang menggulung Kapitalisme, Keserakahan, Kesewenangan, Ketidakadilan, Praktek Praktek Non Good Governance di Pemerintahan, Lembaga Eksekutif, Yudikatif, Legislatif, dan mari bersama kita membuat wajah Indonesia yang lebih baik.

Salam
Facilitator Founder
Gerakan 40.000.000 orang untuk membangun kampus gratis di Indonesia
Baca selengkapnya ...

Tuesday, August 30, 2011

Papan Catur, Penemunya dan Seorang Raja

Jumlah beras yang harus di isi
Konon, katanya catur itu berasal dari India. Penemunya seorang ahli matematika. Sejak ditemukan, catur langsung begitu populer dan sangat disukai, sehingga raja yang sedang berkuasa di India memanggil penemunya. Menyuruh si ahli matematika ini meminta apa saja sebagai hadiah.

Setelah berpikir sesaat, si penemu berkata, "Paduka, dalam papan catur ada 64 petak, saya meminta diberi butir-butir beras sesuai dengan jumlah petak yang ada ini. Petak pertama diisi dengan satu butir beras, petak kedua diisi 2 kalinya petak pertama, yaitu 2 butir beras. Petak ketiga diisi dengan 2 kalinya petak kedua, yaitu 8 butir beras. Petak keempat diisi dengan 2 kalinya petak ketiga, yaitu 16 butir beras. Begitu seterusnya sampai petak ke-64 yang disi 2  kalinya petak ke-63 terisi penuh."

Sang Raja tersinggung dan marah karena merasa terhina. Masa seseorang meminta hadiah berupa butir beras.

Tetapi sang penemu berkata, "Raja lakukanlah itu, saya mempertaruhkan leher saya untuk itu. Raja setuju, taruhannya adalah leher si penemu.

Lalu sang raja menyuruh kepala lumbung istana memenuhi permintaan ini. Papan catur dibawa ke dalam lumbung. Sang kepala lumbung meletakkan dua butir beras di petak pertama, empat butir di petak kedua, delapan butir di petak ketiga, begitu seterusnya. Baru sampai di petak ketujuh tumpukan beras mulai berantakan. Bahkan butir-butir beras sudah tidak bisa dimuat ke petak ke delapan, karena ada 256 butir yang harus dimasukkan.

Kepala lumbung menemui si penemu yang masih duduk di hadapan raja, mengatakan kalau ia mulai tidak bisa mengisi butir-butir beras di petak kesembilan.

Sang penemu berkata, "Kalau begitu, sekarang beras-berasnya dimasukkan ke dalam karung saja.

Kepala lumbung kembali ke lumbung istana. Butir-butir beras untuk petak ke-9 yang isinya 512 butir beras dimasukkan ke dalam karung. Begitu juga beras untuk petak ke-10 yang berisi 1024 butir. Sekarang ia sudah mulai mengalami kesulitan menghitung sehingga meminta bantuan anak buahnya.

Sampai petak ke-16 mereka harus bekerja setengah mati, petak ini harus diisi dengan 65536 butir beras yang langsung dimasukkan ke dalam karung. Setelah beberapa hari bekerja, entah sampai kotak yang keberapa -- yang pasti belum sampai petak terakhir -- lumbung istana sudah hampir habis.

Para petugas lumbung sangat bingung, mereka akhirnya melapor ke raja kalau tugas ini sangat berat dan tidak masuk akal. Mereka tidak mampu lagi menghitung butir-butir beras untuk petak yang kesekian.

Lalu raja ingat sang penemu telah mempertaruhkan kepalanya. Jadi ia dipanggil kembali untuk dipenggal kepalanya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena telah berkata akan mempertaruhkan kepalanya.

Ini hanyalah sebuah cerita yang kutambah disana-sini. Kita lihat saja sekarang secara matematika bagian cerita ini.

Kalau memakai kalkulator, dengan cepat kita akan mendapatkan berapa butir beras yang dibutuhkan untuk mengisi petak ke 64, yaitu 18.446.744.073.709.551.616 butir. Angka yang aku tidak tahu cara menyebutkannya.

Mari kita berandai-andai, jika kepala lumbung mengerahkan 50 orang pekerja untuk membantunya, dan mereka membutuhkan waktu satu detik untuk menghitung 50 butir beras - maka untuk menghitung beras di petak ke-64 mereka membutuhkan 18.446.744.073.709.551.616 / 50, yaitu 368.934.881.474.191.032 detik atau 4.270.079.646.692 hari. Jika kita menjadikan angka ini ke dalam tahun, tinggal membaginya dengan 365 sehingga menjadi 11.698.848.347 tahun
T_{64} = 1 + 2 + 4 + \cdots + 2^{63} = \sum_{i=0}^{63} 2^i  = 2^{64} - 1 \,
Jadi, masih berandai-andai, mereka membutuhkan waktu 11.698.848.347 tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ini, dengan 24 jam kerja, tanpa makan, tanpa minum, tanpa tidur.

Raja telah meremehkan seorang ahli matematika. Tetapi raja tetaplah raja. Ahli matematika tetap kehilangan kepalanya, dan ini hanyalah sebuah cerita.

Pesan Moderator:

Dear teman-teman, yang perduli dengan Transformasi Bangsa di Indonesia, ini yang kita mulai dengan pemberdayaan dan melayani dengan bekerjasama mengembangkan Green Energy, Renewable Resource, dari Sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, untuk mendidik secara gratis mereka yang tersisihkan, We CARE, and We EMPOWER Them. Jika teman-teman terinspirasi dengan kisah di atas, berkenan kiranya menambahkan anggota di Group ini dengan mengclick link: Add Friends To Group  http://www.facebook.com/groups/freecampus di bawah foto members. Dan menambahkan orang orang yg memiliki hati untuk perubahan di Negeri ini. Bersama kita bisa. Sama seperti menambahkan 2 beras, 4, 8, 16, kontribusi teman teman sekalian menambahkan 2,4,6,8 orang di group ini memberikan arti untuk komunitas ini.

40 juta jumlah yang kecil dibandingkan jumlah beras yg harus di isi ke papan catur. Tetapi hati rekan rekan sekalian lebih besar dari angka jumlah beras dipapan catur tersebut. God Bless You All.

DALAM KEBERSAMAAN DAN MELAYANI KITA KUAT DAN MENJADI BESAR

Moderator
Baca selengkapnya ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...